Ulasan: Sapiens
Memikat dan memancing diskusi, tapi kecepatan narasinya kadang mengorbankan ketelitian. Baca sebagai pemantik, bukan kata akhir.
AuriMori
5 menit baca
Yuval Noah Harari merangkum sejarah manusia melalui beberapa revolusi besar: revolusi kognitif, revolusi pertanian, penyatuan umat manusia lewat uang, kekaisaran, dan agama, lalu revolusi ilmiah.
Buku ini ada di mana-mana. Di bandara, di rak buku teman, di daftar rekomendasi tokoh-tokoh terkenal. Aku membacanya karena penasaran kenapa sebuah buku sejarah bisa begitu populer. Setelah selesai, aku paham alasannya, sekaligus mengerti kenapa banyak sejarawan dan ilmuwan mengkritiknya dengan keras.
Struktur yang Ambisius
Harari adalah sejarawan yang mengajar di Universitas Ibrani Yerusalem. Buku ini lahir dari kuliah pengantar sejarah dunia yang ia berikan. Ambisinya luar biasa: menceritakan sejarah Homo sapiens dari kemunculannya di Afrika hingga zaman modern, dalam sekitar lima ratus halaman.
Ia membagi sejarah itu ke dalam beberapa revolusi. Revolusi kognitif, sekitar tujuh puluh ribu tahun lalu, ketika manusia mulai mampu berpikir dan berkomunikasi dengan cara baru. Revolusi pertanian, sekitar dua belas ribu tahun lalu, ketika manusia mulai bercocok tanam dan menetap. Penyatuan umat manusia melalui uang, kekaisaran, dan agama. Dan revolusi ilmiah, sekitar lima ratus tahun lalu, yang melahirkan dunia modern.
Gagasan yang Paling Menggugah
Gagasan yang paling sering dibicarakan adalah bahwa manusia mampu bekerja sama dalam jumlah besar karena memercayai kisah bersama: uang, negara, perusahaan, hukum. Semua itu tidak ada di alam, tapi nyata karena jutaan orang memercayainya. Bagi blog yang gemar membedah dogma, gagasan ini terasa seperti kunci yang membuka banyak pintu.
Ambil contoh uang. Selembar uang kertas secara fisik hanyalah kertas berwarna. Ia bernilai karena kita semua percaya ia bernilai, dan karena kita percaya orang lain juga memercayainya. Begitu pula dengan negara, hak asasi manusia, atau perusahaan. Harari menyebutnya realitas antarsubjektif: sesuatu yang ada karena dipercaya bersama, bukan karena ada secara fisik.
Gagasan ini kuat karena membantu kita melihat bahwa banyak hal yang kita anggap alami sebenarnya adalah kesepakatan. Dan kesepakatan bisa diubah. Ini bisa membebaskan, karena berarti tatanan yang tidak adil bukan takdir. Tapi juga bisa mengguncang, karena berarti banyak hal yang kita pegang teguh berdiri di atas fondasi yang lebih rapuh dari yang kita kira.
Manusia menguasai dunia karena kita satu-satunya hewan yang bisa memercayai hal-hal yang hanya ada dalam imajinasi bersama.
Revolusi Pertanian sebagai Jebakan
Gagasan lain yang provokatif adalah pandangan Harari tentang revolusi pertanian. Kita biasanya diajari bahwa pertanian adalah lompatan besar kemajuan manusia. Harari membaliknya: bagi banyak individu, pertanian justru membuat hidup lebih sulit. Petani awal bekerja lebih keras, makan makanan yang kurang beragam, dan lebih rentan terhadap penyakit dibanding nenek moyang pemburu-pengumpul mereka.
Ia bahkan menyebut revolusi pertanian sebagai salah satu penipuan terbesar dalam sejarah. Pertanian memungkinkan populasi manusia bertambah, tapi tidak membuat setiap manusia lebih bahagia. Pandangan ini memancing perdebatan, dan memang dimaksudkan untuk itu.
Gaya yang Memikat
Harari adalah pencerita yang hebat. Ia menulis dengan kalimat yang jernih, penuh analogi, dan sering kali jenaka. Ia tidak takut membuat pernyataan yang berani dan provokatif. Bagi pembaca awam, buku ini terasa seperti tur yang menyenangkan melintasi ribuan tahun sejarah, dengan pemandu yang selalu punya cerita menarik.
Gaya ini adalah alasan utama kesuksesannya. Buku-buku sejarah akademis sering kali kering dan penuh catatan kaki. Harari membuat sejarah terasa relevan dan mendesak, mengaitkannya dengan pertanyaan-pertanyaan besar tentang kebahagiaan, makna, dan masa depan spesies kita.
Catatan Kritis
Sejumlah akademisi menilai Harari kerap membuat generalisasi yang terlalu berani dan menyajikan perdebatan ilmiah yang masih terbuka seolah sudah selesai. Kecepatan dan gaya bertuturnya membuat buku ini enak dibaca, tapi juga mudah membuat pembaca merasa sudah paham sejarah manusia hanya dalam lima ratus halaman. Gunakan buku ini sebagai pintu masuk untuk bertanya, lalu periksa klaim-klaimnya di sumber lain.
Beberapa kritik spesifik layak dicatat. Klaim tentang revolusi kognitif sebagai satu peristiwa yang relatif mendadak diperdebatkan oleh para arkeolog, yang melihat perkembangan kemampuan manusia sebagai proses yang lebih bertahap. Pandangan tentang kebahagiaan pemburu-pengumpul juga sulit dibuktikan, karena kita tidak punya cara untuk mengukur kebahagiaan orang-orang yang hidup puluhan ribu tahun lalu.
Ironi yang Menarik
Ada ironi menarik dalam kesuksesan Sapiens. Buku ini berpendapat bahwa manusia mudah memercayai kisah yang memikat, meski kisah itu belum tentu benar. Dan buku ini sendiri adalah kisah yang sangat memikat. Banyak pembaca menerimanya sebagai kebenaran tanpa memeriksa klaim-klaimnya. Dengan kata lain, cara buku ini diterima justru membuktikan tesisnya sendiri.
Ini bukan alasan untuk tidak membacanya. Justru ini alasan untuk membacanya dengan cara yang tepat: dengan mata terbuka, pensil di tangan, dan kesediaan untuk mencari pendapat lain.
Untuk Siapa Buku Ini
Sapiens cocok untuk pembaca yang ingin mendapat gambaran besar tentang sejarah manusia dan suka dipancing dengan gagasan-gagasan provokatif. Ia juga cocok sebagai bahan diskusi di kelompok baca, karena hampir setiap bab bisa memicu perdebatan. Tapi bagi yang ingin memahami sejarah secara mendalam dan akurat, buku ini sebaiknya diikuti dengan bacaan-bacaan lain yang lebih teliti.
Skor AuriMori: 7.6 dari 10.